Profile

SELAYANG PANDANG
GERAKAN NASIONAL ANTI NARKOBA (GANAS ANNAR)
MAJELIS ULAMA INDONESIA

Penyalahgunaan narkoba oleh remaja dan generasi muda serta warga masyarkaat makin marak di tanah air. Dampak penyalahgunaan narkoba ini telah banyak menyebabkan kerusakan dan kemudharatan serta kerugian yang sangat besar bagi pribadi, keluarga, dan masyarakat, baik dari asfek fisik, moral, pikiran, finansial harmoni dan ketentraman social, dan masa depan korban pengguna narkoba, bahkan menyebabkan kematian. Dalam tataran bangsa dan Negara, akibat kejahatan narkoba dapat mengancam sendi-sendi ketahanan nasional, bahkan mengancam keberlangsungan dan masa depan bangsa dan Negara.

Oleh karena dampak kerusakan yang sangat besar dari penyalahgunaan narkoba tersebut, majelis ulama Indonesia telah menerbitkan Fatwa tentang penyalahgunaan narkoba pada 10 Shafar 1396 H/10 Februari 1976 M. Dalam Fatwa tersebut, MUI antara lain menegaskan haram hukumnya penyalahgunaan narkoba serta mendorong para ulama, guru, muballigh dan pendidik untuk lebih giat memberikan pendidikan dan penerangan kepada masyarakat mengenai bahaya penyalhgunaan narkoba.

Dalam perkembangannya, MUI melihat bahwa narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang harus menjadi musuh bersama seluruh komponen masyarkat dan aparat penyelenggara Negara. MUI memandang upaya dan langkah pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba masih harus terus ditingkatkan baik kebijakan, peraturan, program aksi, anggaran, sarana dan prasarana, aparat dan komponen yang terlibat dalam derajat paling tinggi dan maksimum. Seiring dengan partisipasi aktif berbagai komponen masyarakat, termasuk ulama dan generasi muda, hendaknya terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.

Atas pertimbangan bahaya narkoba yang sangat luar biasa tersebut maka MUI memandang berkewajiban untuk ikut mengambil tugas dan tanggung jawab melakukan pencegahan bahaya narkoba sebagai salah satu wujud prinsif amar ma’ruf dalam ajaran islam.

Untuk mewujudkan komitmen luhur MUI tersebut, Dewan Pimpinan MUI memutuskan untuk membentuk Komite Gerakan Nasional Anti Narkoba (disingkat komite Ganas Annar) yang dibentuk di tingkatan pusat dan daerah (Provinsi dan kabupaten/kota). Komite Ganas Annar menghimpun dan mengaktualisasikan potensi ormas-ormas remaja, pelajar dan mahasiswa untuk menjadi ujung tombak pencegahan bahaya narkoba sekaligus benteng kokoh umat islam dan bangsa dalam mencegah merasuknya narkoba ke sendi-sendi kehidupan kaum muda dan masyarakat.

Sebagai langkah awal, Dewan Pimpinan MUI bersama ormas-ormas remaja, pelajar dan mahasiswa islam serta perwakilan umat islam se-jabodetabek telah menyelenggarkan Deklarasi Geakaran Nasional Anti Narkoba di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1436 H/26 Oktober 2014. Dan ini di tetapkan sebagai hari lahirnya Komite Ganas Annar-MUI kemudian dibentuk struktur dan di Sahkan berdasarkan SK Dewan Pimpinan MUI Nomor: KEP-429/MUI/X/2014 tentang Susunan dan Personalia Komite Gerakan NASIONAL Anti Narkoba Majelis Ulama Indonesia, tertanggal 19 Muharam 1435 H/10 November 2014. Dengan susunan struktur pengurus sebagai berikut:

Penanggung Jawab
1. Ketua Umum DP MUI
2. Wakil Ketua Umum DP MUI
3. Sekretaris Jenderal DP MUI

Penasehat
Dewan Pimpinan MUI Pusat

Pengurus Harian
Ketua : Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag
Wakil Ketua : H. Yusuf Mansur
Wakil Ketua : H. Nadjamuddin Ramly
Wakil Ketua : H. Muhammad Guntur
Wakil Ketua : Hj. Fahira Fahmi Idris

Sekretaris : Rofiqul Umam Ahmad
Wakil Sekretaris : Hazuarli
Wakil Sekretaris : Arif Fachruddin
Wakil Sekretaris : Tyas Wulansi

Bendahara : H. Nadratuzzaman Hosen
Wakil Bendahara : H. M. Yacub Nasution

Kepengurusan diatas mengikuti periode kepengurusan DP MUI dan berakhir pada 2015, setelah Munas MUI kemudian dilakukan penyusunan struktur kembali yang diterbitkan SK pada Tahun 2016 awal namun dalam perjalanannya bahwa untuk meningkatkan kinerja dan terdapat pengurus yang wafat atau tidak dapat aktif karena kesibukan dan pekerjaannya, maka di pandang perlu penyegaran kepengurusan agar gerakan komite ganas annar lebih massif yang mana keanggotaan pengurus diambil dari perwakilan-perwakilan ormas islam dan juga yang aktif di bidang anti narkoba. Yang diterbitkan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Nomor : Kep-1080/MUI/X/2017, tertanggal 4 Syafar 1439 H/24 Oktober 2017 M.

Pengurus Harian
Ketua : Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin
Wakil Ketua : K.H. Sodikun
Wakil Ketua : Dr. Titik Haryati, M.Pd
Wakil Ketua : Dr. H. Ahmad Mujib Rohmat, M.H
Wakil Ketua : Dr. Hj. Latri Mumpuni, M.A
Wakil Ketua : Dr. Ir. Noor Sidharta, M.H., MBA
Wakil Ketua : Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Yuskam Noor

Sekretaris : Rofiqul Umam Ahmad
Wakil Sekretaris : Iman P. Moelyadi
Wakil Sekretaris : H. Emalia Natar, M.Si
Wakil Sekretaris : Dr. Hj. Rina Marlina, M.Si., C.Ht
Wakil Sekretaris : Hj. Hanny Hendrany, S.Com
Wakil Sekretaris : Desmiati Ishak
Wakil Sekretaris : Khaerul Anam HS
Wakil Sekretaris : Ahmad Syarifudin

Bendahara : H. Iing Solihin Noorgiana, S.E., MBA.
Wakil Bendahara : Riyan Fajri
Wakil Bendahara : Aida Mardatillah

Pada September 2016 Komite Ganas Annar melaksanakan Rakernas Pertama dan dalam pertemuan tersebut di putuskan bahwa nama komite ganas annar Pusat diganti menjadi Pimpinan Pusat Ganas Annar-MUI dan menjadi salah satu lembaga otonom di lingkungan DP MUI.